Sunday, April 08, 2012

PENGUMUMAN

MOHON MAAF, BLOG INI SUDAH LAMA TIDAK DIPERBAHARUI.

Friday, November 25, 2011

Friday, August 13, 2010

shofwan karim has shared a file with you

I've shared the document Sgl_SK_Aliran Sesat.pdf with you.

Untuk semua generasi menjaga akidah


To open the document, click on the link above, or copy and paste this URL into your browser.
https://acrobat.com/?i=wwqZbfEDYnh3KdkMAiVMBg

Work better together on Acrobat.com.

© 2010 Adobe Systems Incorporated. All rights reserved. 345 Park Avenue, San Jose, CA 95110 USA

Saturday, November 21, 2009

Saturday, July 11, 2009

Sunday, December 28, 2008

Politik Warga Muhammadiyah


Pedoman Politik Warga Muhammadyah
di dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
http://www.muhammadiyah.or.id/


Muhammadiyah berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan da'wah amar ma'ruf nahi munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarahnya sejak zaman pergerakan hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia. Peran dalam kehidupan bangsa dan negara tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah strategis dan taktis sesuai kepribadian, keyakinan dan cita-cita hidup, serta khittah perjuangannya sebagai acuan gerakan sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab dalam mewujudkan
"Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur". Bahwa peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dilakukan melalui dua strategi dan lapangan perjuangan. Pertama, melalui kegiatan-kegiatan politik yang berorientasi pada perjuangan kekuasaan/kenegaraan (real politics, politik praktis) sebagaimana dilakukan oleh partai-partai politik atau kekuatan-kekuatan politik formal di tingkat kelembagaan negara. Kedua, melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang bersifat pembinaan atau pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan-kegiatan politik tidak langsung (high politics) yang bersifat mempengaruhi kebijakan negara dengan perjuangan moral (moral force) untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di tingkat masyarakat dan negara sebagaimana dilakukan oleh kelompok-kelompok kepentingan (interest groups). Muhammadiyah secara khusus mengambil peran dalam lapangan kemasyarakatan dengan pandangan bahwa aspek kemasyarakatan yang mengarah kepada pemberdayaan masyarakat tidak kalah penting dan strategis daripada aspek perjuangan politik kekuasaan. Perjuangan di lapangan kemasyarakatan diarahkan untuk terbentuknya masyarakat utama atau masyarakat madani (civil society) sebagai pilar utama terbentuknya negara yang berkedaulatan rakyat.
Peran kemasyarakatan tersebut dilakukan oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti halnya Muhammadiyah. Sedangkan perjuangan untuk meraih kekuasaaan (power struggle) ditujukan untuk membentuk pemerintahan dalam mewujudkan tujuan negara, yang peranannya secara formal dan langsung dilakukan oleh partai politik dan institusiinstitusi politik negara melalui sistem politik yang berlaku. Kedua peranan tersebut dapat dijalankan secara objektif dan saling terkait melalui bekerjanya sistem politik yang sehat oleh seluruh kekuatan nasional menuju terwujudnya tujuan negara. Muhammadiyah sebagai organisasi sosial-keagamaan (organisasi kemasyarakatan) yang mengemban misi da'wah amar ma'ruf nahi munkar senantiasa bersikap aktif dan konstruktif dalam usaha-usaha pembangunan dan reformasi nasional sesuai dengan khittah (garis) perjuangannya serta tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kondisikondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan negara. Karena itu, Muhammadiyah senantiasa terpanggil untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada khittah perjuangan sebagai berikut:
(1) Muhammadiyah meyakini bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al-umur ad-dunyawiyat) yang harus selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilainilai luhur agama dan moral yang utama.
(2) Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.
(3) Muhammadiyah meyakini bahwa negara dan usaha-usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat, pada dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan untuk membangun kehidupan di mana nilai-nilai Ilahiah melandasi dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, ketertiban, kebersamaan, dan keadaban untuk terwujudnya "Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur".
(4) Muhammadiyah memilih perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui usaha-usaha pembinaan atau pemberdayaan masyarakat guna terwujudnya masyarakat madani (civil society) yang kuat sebagaimana tujuan Muhammadiyah untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
(5) Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kenegaraan sebagai proses dan hasil dari fungsi politik pemerintahan akan ditempuh melalui pendekatan-pendekatan secara tepat dan bijaksana sesuai prinsip-prinsip perjuangan kelompok kepentingan yang efektif dalam kehidupan negara yang demokratis.
(6) Muhammadiyah mendorong secara kritis atas perjuangan politik yang bersifat praktis atau berorientasi pada kekuasaan (real politics) untuk dijalankan oleh partai-partai politik dan lembaga-lembaga formal kenegaraan dengan sebaik-baiknya menuju terciptanya sistem politik yang demokratis dan berkeadaban sesuai dengan cita-cita luhur bangsa dan negara.
(7) Dalam hal ini perjuangan politik yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan politik hendaknya benar-benar mengedepankan kepentingan rakyat dan tegaknya nilai-nilai utama sebagaimana yang menjadi semangat dasar dan tujuan didirikannya negara Republik Indonesia yang diproklamasikan tahun 1945.
(8) Muhammadiyah senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah amar ma'ruf nahi munkar dengan jalan mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa.
(9) Muhammadiyah secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan berkeadaban.
(10) Muhammadiyah tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan kekuatan kekuatan politik atau organisasi manapun.
(11) Muhammadiyah senantiasa mengembangkan sikap positif dalam memandang perjuangan politik dan menjalankan fungsi kritik sesuai dengan prinsip amar ma'ruf nahi munkar demi tegaknya system politik kenegaraan yang demokratis dan berkeadaban.
(12) Muhammadiyah memberikan kebebasan kepada setiap anggota Persyarikatan untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan politik sesuai hati nurani masing-masing. Penggunaan hak pilih tersebut harus merupakan tanggungjawab sebagai warga negara yang dilaksanakan secara rasional dan kritis, sejalan dengan misi dan kepentingan Muhammadiyah, demi kemaslahatan bangsa dan negara.
(13) Muhammadiyah meminta kepada segenap anggotanya yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan kegiatan politik secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan tanggung jawab (amanah), akhlak mulia (akhlaq al-karimah), keteladanan (uswah hasanah), dan perdamaian (ishlah). Aktifitas politik tersebut harus sejalan dengan upaya memperjuangkan misi Persyarikatan dalam melaksanakan da'wah amar ma'ruf nahi munkar.
(14) Muhammadiyah senantiasa bekerjasama dengan pihak atau golongan mana pun berdasarkan prinsip kebajikan dan kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik, maju, demokratis dan berkeadaban. ***
(Dari Tanwir Makassar 2003, Bali, 2004, Muktamar Malang, 2005, disarikan oleh Shofwan Karim)

Sunday, November 02, 2008

Hari Ini, Syukuran Ahmad Syafii

Hari Ini, Syukuran Ahmad Syafii
Sabtu, 01 November 2008
Padang, Padek—Syukuran terhadap keberhasilan cendekiawan asal Sumbar Prof Dr Ahmad Syafii Maarif MA yang memperoleh Magsaysay Award, merupakan gagasan Gubernur Sumbar sebagai bentuk menumbuhkan motivasi rasa cinta daerah.

Diharapkan, torehan prestasi putra Sumpur Kudus Sijunjung tersebut mampu membangkitkan motivasi anak muda untuk mengharumkan nama daerah. Apalagi saat ini sudah mulai berkurang tokoh-tokoh asal Sumbar yang memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa ini. Padahal, sejak dulu Sumbar sangat disegani etnis lain.

Dr Shofwan Karim Elha, MA mengungkapkan hal itu di sela-sela kesibukannya mempersiapkan syukuran Ramon Magsaysay Award untuk Prof Dr Ahmad Syafii Maarif MA dan silaturahmi masyarakat Sumbar, di Gedung Serba Guna PT Semen Padang, kemarin. Shofwan Karim mengatakan, sebenarnya tokoh-tokoh asal Sumbar saat ini cukup banyak berperan di berbagai bidang. Namun belum tersosialisasi dengan baik, sehingga anak muda Sumbar merasakan kehilangan panutan.

”Kita boleh lihat tokoh-tokoh energik Sumbar yang saat menjadi pimpinan di beberapa perusahan besar ternama, namun rasa bangga masyarakat itu hanya tertutup dalam hati saja tanpa peduli untuk membangkitkan semangat itu. Oleh karena itu, syukuran kali ini merupakan salah satu upaya membangun kembali rasa bangga untuk berbuat lebih baik di berbagai bidang pembangunan di negeri ini,” katanya.

Shofwan Karim dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa Yayasan Magsaysay Fhilipina memberikan penghargaan tertinggi kepada tokoh-tokoh dunia untuk beberapa kategori. Salah satu adalah penganugrahan ”Hadiah Perdamaian dan Pemahaman Internasional (Peace and International Understanding)” tahun 2008, dengan seleksi ketat dan prima terpilih kepada Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif MA putra Sumbar kelahiran Sumpur Kudus, Sijunjung, 31 Mei 1935.

”Kita patut bangga terhadap tokoh Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif MA yang merupakan cendekiawan yang memahami falsafah sejarah dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat miskin, berpegang terhadap kebenaran, tidak tunduk terhadap permainan politik. Juga, mengajak umat mempelajari Al Qur’an secara kaffah (menyeluruh) bukan separuh-separuh,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga layak untuk mencontoh keteladanan seorang Syafii Maarif. ”Selain rendah hati, ia juga dinilai tegas, santun, dan sederhana, serta terbuka. Kita berharap ada tokoh-tokoh yang dapat menjadi dan motivasi bagi generasi muda untuk bangkit menunjukkan kemampuannya di mana pun berada dan berbuat,” tukas Rektor UMSB Sumbar ini. (afi)